39 Persen Anak Muda Tak Sadar Punya Penyakit Jantung

PENYAKIT jantung memang banyak menggunakan orang tua, tapi bukan bermakna anak muda aman. Meski angka kasusnya tidak sebanyak kelompok leler 45-65 tahun, tapi anak bujang juga rawan terkena penyakit jantung.

Menurut keterangan Kemenkes pada 2013, sebanyak 39 persen penderita penyakit jantung berumur kurang dari 44 tahun dan yang mengejutkan ialah 22 upah di antaranya berusia 15-35 tahun. Itu itu adalah kelompok usia kaya yang nantinya akan jadi persen demografi dari negara ini.

Lebih lanjut, untuk angka kasus penyakit jantung tertinggi terjadi pada gerombolan usia 45-65 tahun dengan 41 persen. Selisih angka yang sebetulnya tak begitu jauh, karena tersebut Kemenkes berharap adanya langkah jelas dari kelompok usia muda mencegah penyakit tidak menular tersebut.

“Penyakit jantung termasuk dari salah satu penyakit tak menular (PTM) yang disebabkan ragam makan tidak sehat (gula, garam, dan lemak berlebihan), kurangnya aktivitas fisik, merokok, berat badan berlebihan, peningkatan tekanan darah, dan prediabetes, ” kata Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kemenkes dr. Cut Putri Arianie, M. H. Kesdalam.

Karena itu, sambung dr Cut, dia berharap supaya anak muda mau mengubah pola hidupnya ke arah yang bertambah sehat dengan menjauhkan rokok, beraktivitas fisik secara rutin, menjalani diet sehat dan seimbang, dan mengikuti mengampanyekan gaya hidup sehat menggunakan kegiatan-kegiatan positif di lingkungan itu masing-masing.

Terkait kampanye hidup sehat yang wajib digiatkan anak muda, Ketua Ijmal Yayasan Jantung Indonesia, Esti Nurjadin, mengharapkan generasi muda mau menjelma agen perubahan untuk komunitasnya.

“Kami mengajak tingkatan milenial untuk menjadi agen-agen modifikasi di bidang kesehatan jantung sehingga bisa menjadi smart influencer buat lingkungan keluarganya, tempat kerja, tempat tinggal, atau lingkungan sekolah dengan cara mereka sendiri, misalnya secara media sosial, ” kata Esti.