Renggut Nobel Kimia 2020, Ini Aforisme Perasaan 2 Wanita Ilmuwan

DUA wanita ilmuwan Emmanuelle Charpentier serta Jennifer Doudna pada Rabu 7 Oktober diberi Penghargaan Nobel Kimia 2020. Mereka meraih anugerah tersebut berkat hasil penelitiannya mengembangkan sebuah metode CRISPR-Cas9 yang memungkinkan para peneliti lebih mudah mengubah DNA hewan, tanaman, dan mikroorganisme.

Penelitian oleh Emmanuelle Charpentier dan Jennifer Doudna diterbitkan pada 2012. Temuannya menjadi bertambah baru dibandingkan beberapa penelitian pemenang Nobel yang umumnya baru diberi penghargaan setelah beberapa puluh tahun kemudian.

Baca juga: Nobel Kimia 2020 Diraih 2 Wanita Penemu Metode Gunting Genetika 

“Saya benar gembira dan terkejut, ” membuka Jennifer Doudna, profesor di Universitas California, Berkeley, dalam konferensi pers, Rabu 7 Oktober 2020, sama dengan dikutip dari VOA .

Lima hawa sebelumnya telah memenangkan penghargaan Nobel dalam bidang kimia. Namun, itu adalah pertama kalinya tim yang semuanya perempuan menjadi pemenang.

Pada 1911, Marie Curie memenangkan penghargaan bidang kimia, delapan tahun setelah dia menjadi perempuan pertama yang memperoleh hadiah Nobel untuk karyanya di bidang fisika.

Emmanuelle Charpentier, rani Prancis berusia 51 tahun yang memimpin Unit Max Planck buat Iptek Patogen di Berlin, melahirkan meskipun menganggap dirinya sebagai sarjana pertama dan terpenting, itu membayangkan fakta bahwa iptek menjadi bertambah modern dan melibatkan lebih banyak pemimpin perempuan.

Baca juga: Peraih Nobel Fisika 2020 Ungkap Lubang Hitam Miliki Gravitasi Sangat Besar 

CRISPR-Cas9 adalah metode gunting genetika di lokasi tertentu, menguatkan para ilmuwan memanipulasi kekurangan dengan menjadi penyebab utama banyak aib.

Gangguan genetik bagaikan penyakit anemia sel sabit (sickle cell) dan kebutaan dari keturunan bisa disembuhkan dengan menggunakan teknologi ini. Para ilmuwan menggunakannya buat menciptakan tanaman baru dan meminta ternak yang punah juga bisa diciptakan kembali.

(han)